Faktor Pendukung dalam Mewujudkan Pelatihan Motivasi yang Sukses

Didalam sebuah organisasi ataupun di sebuah lingkungan kerja, dorongan atau motivasi untuk bekerja dengan sebaik-baiknya adalah hal yang perlu untuk dijaga.

Karyawan yang termotivasi untuk bekerja dengan baik pastinya akan memberikan performa mereka yang terbaik dan keuntungannya bisa dirasakan oleh semua pihak termasuk juga perusahaan atau organisasi tersebut.

Tidak heran bila pelatihan motivasi menjadi sebuah hal yang sering dilakukan oleh sebuah organisasi, mengingat betapa berharganya memiliki karyawan atau anggota organisasi yang termotivasi untuk bekerja dengan baik.

Namun, didalam banyak organisasi atau perusahaan, usaha untuk memotivasi orang-orang yang ada didalamnya selalu menghadapi tantangan tersendiri. Masih banyak organisasi atau perusahaan yang mengalami kesulitan untuk memotivasi anggota mereka.

Banyak juga para pimpinan atau para pemegang kebijakan yang tidak bisa menaruh kepercayaan kepada para karyawan mereka untuk bisa melakukan pekerjaan dengan benar.

Hal-hal seperti inilah yang membuat usaha memotivasi karyawan menjadi jauh lebih sulit untuk dilakukan.

Terlepas dari semua masalah yang dihadapi oleh sebuah perusahaan atau organisasi, ada beberapa hal yang bisa membantu untuk membuat sebuah pelatihan motivasi menjadi lebih sukses dan bisa memberikan manfaat seperti yang diharapkan.

Slide1
  • Pahami bahwa setiap orang sudah termotivasi. Setiap orang yang berada dalam sebuah organisasi sudah memiliki motivasi mereka sendiri. Motivasi ini bisa sangat beragam dan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bentuk motivasi ini bisa berupa kesempatan untuk eksis dan mengembangkan diri, kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik, alasan spiritual, hobi, dan berbagai alasan lainnya. Para pemegang kebijakan yang bijaksana akan mencoba mencari tahu motivasi dari masing-masing orang dan mencoba untuk menyediakan lingkungan kerja yang mendukung motivasi tersebut.
  • Usaha yang maksimal memang perlu dilakukan, namun pahamilah bahwa keputusan untuk memotivasi diri sendiri akhirnya jatuh ke tangan sang individu dan tidak bisa dipaksakan
  • Memberikan instruksi yang jelas dan melaksanakan kebijakan yang sudah ditetapkan dengan transparan. Seberapapun baiknya sebuah pelatihan motivasi yang diikuti oleh karyawan atau anggota organisasi, namun bila mereka kembali ke lingkungan kerja dimana atasan tidak bisa memberikan kejelasan dalam instruksi atau melanggar kebijakan dan kesepakatan yang sudah diambil, maka hasil pelatihan tersebut akan terbuang sia-sia. Para pimpinan perusahaan atau organisasi hendaknya memahami hal ini dengan sebaik-baiknya.
  • Para karyawan atau anggota organisasi akan jauh lebih termotivasi bila mereka diperlakukan sebagai seseorang yang berarti dan berharga bagi organisasi mereka. Para pimpinan hendaknya menunjukkan rasa hormat, rasa percaya dan juga mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang diutarakan oleh bawahan mereka.
  • Hal-hal yang dapat memotivasi seseorang tidak selalu berwujud sesuatu yang mahal. Berbagai hal sederhana seperti penghargaan dalam bentuk lisan dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh merupakan hal sederhana yang bisa memotivasi orang lain. Bentuk penghargaan seperti uang atau hadiah mahal biasanya tidak akan memiliki kekuatan yang cukup lama untuk bisa memotivasi seseorang.

Semua hal-hal yang sudah disebutkan diatas adalah hal-hal yang menjadi sebuah faktor pendukung sukses tidaknya sebuah pelatihan motivasi. Saat ini banyak lembaga yang menawarkan jasa untuk memberikan pelatihan seperti itu dan tidak bisa dipungkiri bahwa pelatihan seperti itu memang sangat dibutuhkan.

Namun, yang perlu diingat adalah pelatihan seperti itu dilakukan dalam jangka waktu pendek.

Sukses tidaknya sebuah pelatihan akan diukur setelah masa pelatihan berlalu. Bila sebuah perusahaan atau organisasi tidak ingin agar biaya yang sudah dikeluarkan untuk menyelenggarakan pelatihan menjadi sia-sia, maka mereka perlu mengevaluasi sistem motivasi didalam organisasi mereka sendiri.

Bagaimana cara mengevaluasi hal ini? Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menilai apakah lingkungan kerja yang ada sudah sangat mendukung dan memotivasi para karyawan ataukah tidak. Turnover atau jumlah karyawan yang berhenti dari waktu ke waktu bisa menjadi salah satu tolak ukur.

Turnover yang tinggi bisa mengindikasikan adanya suatu masalah yang perlu dikenali dan diatasi dengan segera. Lingkungan kerja yang tidak mendukung atau kurangnya penghargaan  baik secara emosional atau finansial terhadap para karyawan bisa menjadi dan sering menjadi penyebab utamanya.

Penciptaan suasana kerja yang mendukung dan bisa memotivasi setiap pekerja adalah sebuah hal yang perlu dimiliki oleh setiap perusahaan atau organisasi.

Pelaksanaan pelatihan motivasi bisa dilakukan setiap jangka waktu tertentu untuk menyegarkan kembali dan menghidupkan kembali semangat dari setiap orang yang bekerja di dalamnya. Hal yang paling penting dalam pelatihan seperti ini adalah melakukan asessment untuk melihat dasar motivasi yang dimiliki setiap orang.

Dengan mengetahui hal tersebut, sang motivator bisa memberikan materi pelatihan yang tepat, yang bisa menyentuh diri setiap peserta pelatihan dan bisa memotivasi mereka dari dalam diri mereka sendiri.

Bila hal ini berhasil dilakukan dan bila hal ini didukung dengan suasana kerja yang mendukung, maka bisa dikatakan bahwa pelatihan tersebut berhasil.

Slide1