Materi Pelatihan : Berpikir Positif – Positive Mindset

Untuk menjadi kandidat karyawan nomor satu, Anda harus mampu memanfaatkan energi positif yang ada dalam diri Anda maupun yang ada disekitar Anda. Mulailah dari diri sendiri seperti :

1. Berpikir Positif
Sebelum ada mulai membiasakan diri berpikir positif, Anda harus percaya pada hal-hal yang positif terlebih dahulu. Seperti :
• Bukan kata-kata manis yang membuat seseorang dihormati, tetapi karena perbuatan baik yang dia lakukan.
• Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Artinya, memberi jauh lebih baik daripada sekedar menerima. Continue reading

Materi Training : Kiat Membangun Sikap Positif

Sikap dapat diartikan dengan sederhana sebagai cara Anda membawa diri. Perilaku di sisi lain adalah tanggapan (response) Anda terhadap sesuatu. Membangun sikap dan perilaku yang positif berarti bagaimana Anda membawa diri dan merespon sesuatu dengan menunjukkan kualitas pribadi Anda sebagai pribadi yang baik, bijaksana, lapang dada dan selalu memperhitungkan konsistensi antar kata dan perbuatan.

Banyak orang bilang mengubah sikap dan perilaku yang sudah terbentuk sejak kecil itu sulit. Bahkan sampai ada ungkapan yang menyebutkan bahwa lebih mudah memindahkan gunung daripada mengubah sikap dan perilaku seseorang. Bisa jadi ungkapan itu muncul karena sikap dan perilaku seseorang yang sudah begitu mengakar sehingga banyak orang enggan berurusan dengan orang tersebut karena sikap dan perilakunya. Tetapi bila kita melihat contoh nyata bagaimana sikap dan perilaku seseorang, bahkan sekelompok orang bisa diubah maka ungkapan tersebut selayaknya jangan menjadi referensi kita lagi. Continue reading

Empat Level untuk Mengukur Efektivitas Training

Pengukuran efektivitas program diklat dapat dilakukan dengan metode 4 Level yang dikembangkankan oleh Dave Kirkpatrick. Supaya makin efektif, sebaiknya pengikuran empat aspek ini dilakukan secara kontinyu. Adapun penjelasan mengenai 4 level itu adalah sbb:

Level pertama (atau juga disebut sebagai Participant Reaction) adalah mengevaluasi efektivitas training dengan cara menanyakan kepuasan dari para peserta mengenai berbagai aspek pelatihan, misalnya kepuasan peserta terhadap mutu materi, kualitas instruktur ataupun mutu tempat akomodasi pelatihan. Jadi dalam level ini yang jadi fokus pengukuran adalah kepuasan peserta pelatihan. Aspek kepuasan ini cukup penting; sebab jika peserta peserta sudah merasa tidak puas dengan materi pelatihan ataupun cara instruktur memberikan materinya, maka sulit diharapkan untuk meningkatkan dampak pelatihan bagi perubahan kinerja karyawan. Continue reading

Pelatihan SDM : Hanya Sekedar Membuang Anggaran?

Dalam sebuah kesempatan, muncul pertanyaan seperti berikut : Setiap tahun perusahaan kami mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk training. Namun kami merasakan efektivitas kegiatan training kami selama ini kurang bagus. Apa yang harus dilakukan agar training yang kami lakukan bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja bisnis?

Harus diakusi, memang masih cukup banyak perusahan yang melakukan training dengan pendekatan “hit and run”, artinya sekedar mengundang karyawan untuk ikut tanpa memikirkan tindak-lanjut pasca-kegiatan yang mestinya juga perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Padahal, tanpa tindak-lanjut yang baik, efektivitas kegiatan training akan sangat rendah dan biasanya setelah tiga atau empat bulan para peserta akan lupa dengan apa yang mereka pelajari dalam kegiatan tersebut. Continue reading