Pertimbangan Sebelum Menyusun Analisa Kebutuhan Training

Dalam dunia bisnis, perencanaan yang matang merupakan sebuah hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam pengambilan keputusan atau ketika perusahaan ingin menerapkan suatu hal.

Perencanaan dan analisis yang matang ini juga dibutuhkan ketika sebuah perusahaan ingin mengadakan training bagi karyawannya. Sebuah training tidak bisa dilaksanakan secara spontan.

Yang patut disadari bahwa training karyawan adalah bagian dari investasi perusahaan. Standarnya, dalam melakukan sebuah investasi, perusahaan akan membutuhkan analisis yang matang sehingga investasi yang dilakukan benar – benar menguntungkan bagi perusahaan tersebut.

Menyadari hal ini, maka Analisa Kebutuhan Training menjadi sebuah hal yang wajib dilaksanakan sebelum training atau sebuah pelatihan dilaksanakan.

Dalam menyusun sebuah Analisa Kebutuhan Training, Anda dituntut untuk mempertimbangkan beberapa hal. Beberapa pertimbangan inilah yang menjadikan dasar dari sebuah analisis kebutuhan pelatihan karyawan.

GRATIS - 3 Buku Panduan Maknyuss tentang Strategi Pengembangan SDM. Download sekarang.

Berikut ini adalah beberapa pertimbangan awal yang harus dilakukan sebelum menyusun sebuah analisis kebutuhan pelatihan karyawan :

  1. Pahami tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan training. Di dalam bisnis, semua kegiatan yang dilaksanakan harus memiliki visi dan misi serta tujuan yang jelas. Tujuan ini bisa Anda temukan ketika menemukan berbagai masalah atau kebutuhan yang berhubungan dengan kehidupan di kantor atau perusahaan. Salah satu contoh training yang diadakan karena kebutuhan adalah ketika ada satu atau sekelompok karyawan yang berhasil menerima kenaikan jabatan sehingga mereka membutuhkan pembekalan yang cukup sebelum menempati jabatan yang baru.

    Contoh lainnya adalah ketika Anda merasakan bahwa semangat karyawan sudah mulai mengendur atau ketika kedisiplinan karyawan mulai berkurang. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan dalam merumuskan tujuan diadakannya sebuah training.

  2. Setelah menentukan tujuan dan sasaran training yang ingin dituju, selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menentukan karyawan mana saja yang akan mengikuti training. Menentukan peserta merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam penyusunan Analisa Kebutuhan Training.

    Dalam sebuah perusahaan tentunya ada banyak sekali karyawan dengan tingkatan pendidikan, skill, dan jabatan yang berbeda – beda. Karena itu setiap kelompok karyawan akan membutuhkan jenis training yang berbeda – beda. Sebagai contohnya adalah training untuk jabatan manajerial tentunya akan sangat berbeda dengan training rekrutmen karyawan. Oleh karena itu menentukan peserta training sangat penting untuk menentukan trainer yang dianggap tepat, menentukan materi training, serta agar training bisa lebih tepat sasaran. Beberapa pertimbangan dalam menentukan peserta training diantaranya adalah jabatan, pendidikan, pengalaman kerja, ketrampilan kerja yang dimiliki, pelatihan apa saja yang pernah diikuti sebelumnya, dan lain sebagainya.

  3. Sesederhana apapun pelatihan atau training yang dilakukan pasti akan membutuhkan biaya.

    Oleh karena itu perencanaan biaya menjadi salah satu hal pokok dalam menyusun Analisa Kebutuhan Training.

    Karena perusahaan merupakan organisasi bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan atau profit, maka training yang dilakukan dianggap sebagai sebuah investasi yang suatu saat diharapkan akan bisa dipetik hasilnya. Untuk menentukan untung rugi penyelenggaraan sebuah training biasanya perusahaan akan menggunakan metode Return On Investment.

    Dalam merancang pembiayaan training ini perusahaan harus mempertimbangkan beberapa informasi penting seperti jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pelaksanaan kegiatan training termasuk akomodasi, transportasi, honor trainer, sewa gedung, dan lain sebagainya.

    Selain itu perusahaan juga harus menentukan keuntungan apa saja yang akan diperoleh jika training tersebut dilaksanakan dan berapa lama keuntungan tersebut bisa dirasakan. Dengan mempertimbangkan hal – hal semacam itu nantinya akan bisa ditemukan format training yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan tentu saja sesuai dengan budget atau anggaran yang dimiliki.

Secara umum, seorang karyawan tidak akan langsung bisa berubah drastis mentalitas dan kinerjanya hanya karena mereka telah mengikuti training yang diadakan oleh perusahaan.

GRATIS - Materi Pelatihan tentang Penilaian Kinerja Karyawan dan Balanced Scorecard. Download Sekarang.

Dalam Analisa Kebutuhan Training untuk bisa berubah menjadi lebih baik dan berkembang, karyawan membutuhkan dukungan atau support yang kuat dari perusahaan dan atasannya.

Sebagai gambaran, seorang karyawan yang baru saja menjalani training skill spesialisasi tertentu harus segera ditempatkan di posisi yang sesuai dengan kompetensasinya. Hal ini dimaksudkan agar ilmu yang diperoleh selama training bisa langsung dipraktekkan.

Jika Anda tetap memasang mereka di posisi yang tidak berhubungan dengan kompetensi mereka, maka ilmu yang diperoleh selama training tidak akan pernah diaplikasikan dan bahkan mungkin akan hilang.

Selain penempatan karyawan sesuai dengan kompetensasinya, beberapa dukungan atau support yang harus dilaksanakan antara lain adalah memberikan masukan atau feedback mengenai hasil kerja yang telah dilaksanakan, mau mendengarkan keluhan atau masalah yang dihadapi oleh karyawan, memberikan reward jika karyawan berprestasi dan memberikan sanksi bagi karyawan yang melanggar peraturan.

Dengan berbagai dukungan dan support tersebut diharapkan ilmu yang didapat seusai training tidak hanya menjadi sebuah teori yang mengendap di pikiran namun bisa dipraktekkan oleh karyawan dengan bukti aksi nyata.

GRATIS - 3 Buku Panduan Maknyuss tentang Strategi Pengembangan SDM. Download sekarang.