Hal – Hal Yang Dibutuhkan Untuk Merancang Analisa Kebutuhan Training

Jika berbicara mengenai training, maka secara tidak langsung kita juga harus membicarakan mengenai sumber daya manusia. Dalam bahasa yang paling sederhana, sumber daya manusia adalah sebuah sistem dan serangkaian proses yang diterapkan pada organisasi atau sebuah perusahaan untuk mengatur tugas dan peranan setiap karyawan di perusahaan tersebut.

Proses sumber daya manusia ini sangat luas dan meliputi sistem rekrutmen karyawan baru, sistem seleksi, sistem penggajian , bonus karyawan, pelatihan, penilaian kinerja karyawan, dan lain sebagainya. Dengan penerapan yang tepat, sumber daya manusia bisa memaksimalkan produktivitas dan kinerja di sebuah perusahaan.

Dalam penerapan sumber daya manusia, analisa kebutuhan training sangat diperlukan untuk memaksimalkan kinerja dan produktivitas karyawan.

Analisa training bisa menjawab pertanyaan apakah sebuah pelatihan atau sebuah sistem sumber daya manusia bisa berfungsi secara maksimal atau tidak di sebuah perusahaan.

Karena tidak semua jenis training atau pelatihan bisa maksimal atau bisa cocok jika diterapkan di sebuah perusahaan, maka sebelum menjalankan training, perusahaan harus melakukan analisis kebutuhan pelatihan sumber daya manusia terlebih dahulu.

GRATIS - 3 Buku Panduan Maknyuss tentang Strategi Pengembangan SDM. Download sekarang.

Lalu hal apa saja yang akan dibutuhkan untuk memulai sebuah analisa kebutuhan training? Pada dasarnya ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam membuat sebuah analisis kebutuhan pelatihan sumber daya manusia, diantaranya adalah:

1. Perencanaan awal training

Hal pertama yang harus menjadi pertimbangan utama dalam membuat analisa kebutuhan training adalah alasan mengapa perusahaan membutuhkan training tersebut. Sebelum memutuskan untuk mengadakan training, biasanya perusahaan menemukan masalah sumber daya manusia yang ingin diatasi misalnya soal ketidak disiplinan karyawan atau kurangnya produktivitas. Masalah – masalah ini bisa menjadi alasan yang kuat kenapa sebuah perusahaan harus melakukan training. Setelah itu perusahaan akan menentukan jenis training yang seperti apa yang diperkirakan cocok untuk menjawab masalah yang dialami tersebut.

2. Menentukan peserta training

Setelah menentukan rumusan analisa kebutuhan training awal, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menentukan dan memetakan peserta yang harus mengikuti training. Training bisa diikuti oleh satu orang, sekelompok orang, atau bahkan diikuti oleh seluruh karyawan. Manajer Sumber Daya Manusia biasanya akan menentukan syarat keikutsertaan pelatihan dengan memetakan kebutuhan training. Manajer sumber daya manusia juga akan menentukan siapa saja yang dianggap memenuhi syarat dan layak untuk mengikuti training.

GRATIS - Materi Pelatihan tentang Penilaian Kinerja Karyawan dan Balanced Scorecard. Download Sekarang.

3. Hal – hal pendukung training

Dalam merancang analisa kebutuhan training, dukungan dari perusahaan juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Dukungan yang dimaksud adalah berupa komitmen dari petinggi perusahaan, trainer, supervisor, hingga manajer untuk menciptakan sebuah suasana yang kondusif dan nyaman bagi karyawan. suasana kondusif yang dimaksudkan diantaranya adalah penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan atau kompetensi, memberikan masukan mengenai kinerja karyawan, mau melakukan diskusi untuk menemukan solusi atas masalah yang dihadapi oleh karyawan, memberikan penghargaan yang sesuai dengan prestasi atau kinerja karyawan, pemberian sanksi untuk pelanggaran di tempat kerja. Tanpa adanya dukungan kondusif dari pihak supervisor, manajer, dan seluruh jajaran direksi perusahaan, maka proses pelatihan hanya akan berhasil di ruang training saja dan tidak akan pernah bisa sukses dalam meningkatkan produktivitas perusahaan.

4. Materi training yang disampaikan

Menentukan materi termasuk dalam bagian analisa kebutuhan training yang sangat penting. materi training bisa dikatakan adalah inti dari keseluruhan proses pelatihan atau training. Materi training juga harus didesain dengan cermat agar sesuai dengan kompetensi dan kemampuan peserta training. Sebagai contoh, training untuk rekrutmen karyawan tentunya akan sangat berbeda dengan training untuk supervisor atau manajer. Merancang materi training tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Oleh karena itu kebanyakan perusahaan akan meminta bantuan kepada lembaga yang khusus menangani masalah training.  Dengan bantuan professional ini, proses training bisa berlangsung lebih maksimal dan bisa lebih efektif. Situasi yang kondusif tersebut harus dimasukkan dalam analisa kebutuhan training karena hanya dengan training saja tidak cukup untuk meningkatkan kinerja karyawan sebab kondisi kerja yang kondusif juga penting untuk lebih memaksimalkan hasil training.

5. Rencana biaya training

Analisa kebutuhan training juga mencakup biaya training. Sama seperti melaksanakan kegiatan lainnya, rancangan biaya sangat dibutuhkan untuk mengetahui pengeluaran training secara pasti. Menggunakan jasa lembaga training professional yang bisa melakukan in house training banyak dipilih oleh perusahaan karena dianggap lebih murah namun hasilnya bisa sangat maksimal.

Dengan menggunakan analisa kebutuhan training seperti yang sudah disebutkan diatas, diharapkan tujuan atau hasil yang diharapkan dari sebuah training bisa dicapai dengan mudah dan hasilnya bisa maksimal.

Merancang dan membuat analisa kebutuhan pelatihan sumber daya manusia memang tidak mudah, namun Anda tetap bisa mengandalkan jasa dari lembaga training professional sehingga program training bisa lebih maksimal dan terencana. Diharapkan dengan bantuan dari perencana training professional, proses training bisa lebih efisien dan efektif.

GRATIS - 3 Buku Panduan Maknyuss tentang Strategi Pengembangan SDM. Download sekarang.